Close

4 Gunung Tertinggi Di Indonesia Yang Wajib Kamu Jelajahi

4 Gunung Tertinggi Di Indonesia Yang Wajib Kamu Jelajahi
  • PublishedNovember 29, 2025

okfashion.org – Indonesia tidak hanya di kenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Tetapi juga memiliki jajaran gunung tinggi dan menantang yang tersebar di seluruh wilayahnya.

Indonesia merupakan salah satu negara yang masuk ke dalam Cincin Api Pasifik (Ring of Fire).
Hal itu membuat Indonesia memiliki banyak sekali Gunung, baik yang masih aktif ataupun tidak aktif lagi.

Terlebih Indonesia punya banyak Gunung yang memiliki keindahan untuk dijelajahi.

Berikut daftar lengkap Gunung tertinggi di Indonesia :

  1. Pegunungan Jayawijaya,  Papua (4.884 mdpl)

    Puncak Jaya atau yang juga dikenal sebagai Carstensz Pyramid adalah puncak tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl). Salah satu keunikan dari Pegunungan Jayawijaya yakni terdapat salju abadi. Namun karena faktor pemanasan global, salju di Puncak Jaya semakin menipis dan hampir tidak ada lagi.

  2. Gunung Kerinci, Jambi (3.805 mdpl)

     

    Gunung Kerinci adalah gunung tertinggi di Pulau Sumatra sekaligus gunung berapi tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut. Selain menjadi gunung tertinggi kedua di Indonesia, Kerinci juga menyajikan panorama hutan tropis yang memukau dan udara yang sangat segar.

  3. Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (3.726 mdpl)

    Gunung berapi aktif ini memiliki kaldera luas dan Danau Segara Anak yang memukau. Pendakian dapat di mulai dari jalur Sembalun atau Senaru. Meski keindahan alamnya memikat, medan menanjak, batuan lepas, dan risiko penyakit ketinggian menjadi tantangan tersendiri. Pendakian ideal di  lakukan pada musim kemarau, antara April hingga Oktober.

  4. Gunung Semeru, Jawa Timur ( 3.676 mdpl )

    Sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa, Semeru terkenal dengan kawah Jonggring Saloko yang aktif dan menyemburkan asap setiap 20 menit. Pendakian dimulai dari Desa Ranu Pani dan memerlukan waktu tiga hingga empat hari, melewati danau, padang savana, serta hutan pegunungan. Cuaca tak menentu dan ancaman letusan menuntut pendaki untuk selalu memantau informasi dari taman nasional.

 

Baca selanjutnya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *